Pengikut

Sabtu, 20 Juni 2020

Mengenal secara singkat tentang Beton

Memahami dan mengenal istilah Mutu Beton fc (Mpa) dan Mutu Beton K (kg/cm2)



Beton adalah merupakan bagian dari konstruksi bangunan yang dibuat dari campuran beberapa material sehingga mutunya akan tergantung kondisi material yang dipakai ataupun pada proses pembuatannya.

Untuk itu kualitas bahan dan proses pelaksanaannya harus dikendalikan dengan benar agar dicapai hasil yang optimal dan sesuai dengan mutu yang di harapkan.

Mutu Beton fc'

Beton dengan mufu fc' 25 menyatakan kekuatan tekan minimum adalah 25 MPa pada umur beton 28 hari, dengan menggunakan silinder beton diameter 15 cm, tinggi 30 cm.

Mengacu pada standar SNI 03-2847-2002 yang merujuk pada ACI (American Concrete Institute).

MPa = Mega Pascal ; 1 MPa = 1 N/mm2 = 10 kg/cm2.


Mutu Beton Karakteristik

Beton dengan mutu K-250 menyatakan kekuatan tekan karakteristik minimum adalah 250 kg/cm2 pada umur beton 28 hari, dengan menggunakan kubus beton ukuran 15x15x15 cm.

Mengacu pada PBI 71 yang merujuk pada standar eropa lama


Contoh :

K. 250, kekuatan tekan beton = 250 kg/cm2, dengan benda uji kubus 15 x 15 x 15

F’c = 21,7 MPa = kekuatan tekan beton = 21,7 Mpa, dengan benda uji silinder diameter 15 cm tinggi 30 cm


Berikut konversi dari mutu beton fc ke beton K.

 

Nilai praktis untuk padanan mutu beton antara PBI dan SNI

Faktor konversi benda uji kubus ke silinder = 0,83

Konversi satuan Mpa ke kg/cm2 ; 1 MPa = 1 N/mm2 = 10 kg/cm2

atau 1 MPa = (100/9,81) kg/cm2 ; gravitasi = 9.81 m/s2

 ( jika ditetapkan secara khusus oleh Konsultan Desain )


Contoh :

 

1 MPa = 1 N/mm2 = 10 kg/cm2

fc. 5 Mpa setara dengan = (5x10) / 0,83 = 50 / 0,83 = 60,24 kg/cm2

K. 100 kg/cm2 setara dengan = (100/10) x 0.83 = 10 x 0,83 = 8,3 Mpa


tabel diatas merupakan contoh yang bisa dijadikan sebagai acuan dalam menentukan mutu beton dalam pelaksanaan terkait dengan pemahaman antara Kualitas Beton dengan fc ( Mpa ) dan K ( kg/cm2 ).

Untuk mengetahui kepastian komposisi campuran dan kualitas yang diinginkan bisa dilakukan uji laboratorium Mix Design ( penyelidikan material ) serta melakukan slump tes

 

Penentuan nilai Fc’ bisa juga didasarkan pada hasil pengujian pada nilai fck yang didapat dari hasil uji tekan benda uji kubus bersisi 150 mm.

Dalam hal ini fc’ didapat dari perhitungan konversi berikut ini :

Fc’=(0,76+0,2 log (fck/15) fck

Atau perbandingan kedua benda uji ini, untuk kebutuhan praktis bisa diambil berkisar 0,83 (sebagaimana penjelasan diatas).


Contoh :

K-250 (kg/cm2) ------>  MPa. Dengan mengalikan 0,0868 ==> fck = 250 x 0,0868= 21,7 MPa

( 1 kg/cm2 = 0,0868 MPa )


Tabel Mutu Beton berdasarkan Komponen material yang di Gunakan

No.

Mutu Beton

Semen (kg)

Pasir (kg)

Kerikil (kg)

Air (liter)

w/c ratio

1.

fc’7,4 MPa (K 100)

247

869

999

215

0,87

2.

fc’9,8 MPa (K 125)

276

828

1012

215

0,78

3.

fc’12,2 MPa (K 150)

299

799

1017

215

0,72

4.

fc’14,5 MPa (K 175)

326

760

1029

215

0,66

5.

fc’16,9 MPa (K 200)

352

731

1031

215

0,61

6.

fc’19,3 MPa (K 225)

371

698

1047

215

0,58

7.

fc’21,7 MPa (K 250)

384

692

1039

215

0,56

8.

fc’24,0 MPa (K 275)

406

684

1026

215

0,53

9.

fc’26,4 MPa (K 300)

413

681

1021

215

0,52

10.

fc’28,8 MPa (K 325)

439

670

1006

215

0,49

11.

fc’31,2 MPa (K 350)

448

667

1000

215

0,48


Contoh :

untuk Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 21,7 MPa (K 250), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,56

Berdasarkan Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan standar nasional indonesia SNI adalah sebagai berikut :

Analisa harga satuan SNI 7394:2008 No.6.8

Tenaga Kerja

Indeks

Satuan

Pekerja

1,6500

OH

Tukang batu

0,2750

OH

Kepala Tukang

0,0280

OH

Mandor

0,0830

OH

 

Bahan Bangunan

Indeks

Satuan

Portland cement

384,0000

kg

Pasir beton

692,0000

kg

Kerikil (maksimum 30mm)

1039,0000

kg

Air

215,0000

Liter


Bahan Pendukung lainya :

Plasticizer

Plasticizer adalah bahan tambahan/additif yang meningkatkan flexibiltas dan ketahanan dari suatu material. 

Joint sealant 

Joint sealant digunakan untuk menutup sambungan dan bukaan (celah) antara dua atau lebih substrat dan merupakan komponen penting untuk desain dan konstruksi bangunan.

Joint sealant dibuat dari bahan dasar aspal pen 60 dengan bahan tambahan, baik yang bersifat elastomer maupun yang bersifat plastomer, yang terdapat di Indonesia.

Plastik Polythene tb 125 mikron 

Plastik cor dapat dipergunakan untuk pelapis bawah untuk cor jalanan dan bangunan, pelindung benda2 dari debu pada saat membangun dan lain-lain

 Curing compound

Curing compound adalah material tambahan yang dapat membantu melindungi beton agar tidak kehilangan air akibat panas matahari atau angin.

Formwork / Bekisting

adalah suatu konstruksi pembantu yang bersifat sementara yang merupakan cetakan / mal ( beserta pelengkapnya pada bagian samping dan bawah dari suatu konstruksi beton yang dikehendaki. Bekisting adalah cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan (Stephens, 1985)

Demikianlah Penjelasan singkat Tentang beton semoga bermanfaat.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar