Selasa, 06 Maret 2012

TUGAS PELABUHAN


BAB I
PENDAHULUAN

Sebagaimana kita ketahui bahwa pelabuhan merupakan sarana yang penting terutama bagi transportasi perairan baik sungai, danau maupun dilaut. Dengan adanya transportasi ini maka jarak tempuh yang dibutuhkan akan terasa lebih cepat, terutama bagi perkembangan ekonomi suatu daerah dimana pusat produksi barang konsumen dapat dipasarkan dengan cepat dan lancer. Selain itu kebutuhan bagi bidang ekonomi, pelabuhan yang membawa dampak positif bagi perkembangan suatu daerah yang terisolir terutama daerah yang berupa perairan sehingga hubungan darat sulit dilakukan dengan baik.
Perkembangan teknologi transportasi akhir-kahir ini perlu ditunjang denagn sarana dan prasarana pelabuahan yang memadai. Dengan demikian tidak terjadi ketimpangan dan gangguan pengoperasian pelabuhan tersebut. Sehingga arus barang dan penumpang yang menggunakan jasa angkutan ini bias terjamin kelancarannya.
Selain sarana pelabuhan yang harus di perhatikan juga tidak lupa hal-hal lain yang menyangkut masalah :
-          keamanan penumpanag dan barang
-          keteraturan jadwal perjalanan
-          kecepatan dan fisien penggunaan jasa angkutan perairan.

Untuk segi keamanan pelayaran, maka diperlukan alat-alat navigasi dan telekomunikasi yang mampu menunjang fungsi-fungsi angkutan tersebut sehingga pemakai jasa angkutan ini merasakan kepuasan tersendiri dari pengguna jasa angkutan.

ANALISA SECARA UMUM
Secara umum pelabuhan maritime adalah suatu daerah perairan yang terlindung dari ancaman bahaya, seperti badai, ombak dan arus yang tidak menentu sehingga kapal dapat merapat atau berputar didalam kolom pelabuhan tersebut.
Dengan demikian untuk kegiatan bongkar muat atau barang-barang dan perpindahan penumpang dapat dilaksanakan.
Untuk mendukung fungsi-fungsi itu maka dibangunlah suatu dermaga atau Jetty, jalan gudang, fasilitas lainnya yang diperlukan untuk menunjang kelancaran pada pelabuahan tersebut, sehingga fungsi-fungsi dari pemindahan bongkar muat dari kapal yang bersandar dipelabuhan yang menuju tujuan selanjutnya dapat dilakukan. Dalam pelaksanaan pembangunan pelabuhan Maritim ini perlu ditinjau beberapa aspek lain yang berakibat dan berhubungan lansung kepada masyarakat sekitarnya, aspek tersebut meliputi :
-          Sosial
-          Perekonomian
-          Teknis pelaksanaan
-          Strategi pertahanan keamanan dan meliter
Beberapa hal yang melatarbelakangi  pembangunan suatu pelabuhan, diantaranya :
  1. Untuk membuka daerah yang terisolir.
  2. Untuk mempelancar hubungan anatar pulau, pantai dan internasional.
  3. Untuk keperluan penyebaran hasil industri, perikanan, pertanian, pertambangan dll.
  4. Untuk keperluan meliter dan keperluan keamanan.
  5. Sebagai sarana perdagangan dan keperluan perekonomian.

Yang penting dalam perencanaan pelabuhan ini adalah mentukan terlebih dahulu fungsi serta guna dari pelabuhan. Dengan demikian dapat direncanakan tipe pelabuhan untuk melakukan bongkar muat barang. Dalam pelaksanaan bongkar muat barang ini dikenal dengan dua cara, yaitu :
  1. Lo/lo    : Lift on lift off, yaitu penanganan muatan dimana pergerakan perpindahan barang dilakukan secara gerakan vertical.
  2. Ro/ro   : Roll on roll off, yaitu penggunaan muatan dimana pergerakan perpindahan barang dilakukan secara gerak horizontal. Tenaga pemindahan barang dengan cara ini dapat dilakukan dengan tenaga manusia.

ANALISA SECARA TEKNIS
Secara teknis pelabuhan adalah suatu bagian dari ilmu bangunan maritim, pelabuhan Maratim kapal-kapal dan melakukankan bongkar muat barang atau lainnya dan masalah yang menyangkut pelabuhan itu sendiri.
Dalam perencanaan pelabuhan harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Ukuran kapal yang akan beroperasi
  2. Gaya-gaya yang ditimbulakn oleh kapal tersebut
  3. Gerakan angina dan tekanan angina
  4. Gerakan gelombang dan gaya gelombang
  5. Kemungkinan pasang surut yang terjadi
  6. Arus dan gaya-gaya yang disebabkan arus air
  7. Kemungkinan pengangkutan pasir dipantai
  8. Kondisi tanah setempat
  9. Gempa yang terjadi dan gaya yang ditimbulkan
  10. Daya dukung tanah (Geoteknik)
  11. Beban hidup yang bekerja pada pelabuhan
  12. Gaya apung dari pelabuhan untuk tipe pontoon
Sedangkan penentuan perencanaan pelabuhan hendaklah mempertimbangkan :
-          Keamanan pelabuhan
-          Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan pelabuhan
-          Metode pembangunan
-          Penelitian pembangunan
-          Penelitian model ( Model Investigation )
Fungsi dari pelabuhan tersebut :
Pelabuhan dapat dibangun disuatu teluk atau daerah yang terlindung, dimana bias dilalui kapal.
Dari analisa ini maka beberapa macam pelabuhan yang terdapat di Indonesia antara lain :
-          Pelabuhan alam
-          Pelabuhan Buatan
-          Pelabuhan semi Alam

Ad. 1.  Pelabuhan alam adalah suatu daerah yang menjurus kedalam yang terlindung oleh suatu pulau, jazirah atau terletak disuatu teluk, sehingga navigasi dan berlabuhnya kapal dapat dilakukan.

Ad. 2.  Pelabuhan buatan (Artificial Harbour ) adal;ah suatu daerah perairan yang dimbuat oleh manusia, sehingga terlindung terhadap ombak dan badai ataupun arus yang mana kapal-kapal dapat merapat. Pelabuhan buatan ini biasanya dibuat untuk berlabuhnya kapal dan proses pembuatan ini dilakukan oleh tenaga makanis dan tenaga manusia. Untuk pelaksanaannya dilakukan pengerukan pada daerah yang telah disetujui oleh pihak perusahaan pelabuhan dalam hal ini yang perlu turun tangan adalah departemen perhubungan laut.

Ad. 3. Pelabuhan semi alam contohnya pelabuhan BOOM baru di Palembang. Gunanya menunjang perdagangan maka lintas muatan, pelabuhan itu diciptakan sebagai titik sentral yang mungkin perpindahannya dalam hal ini perpindahan muatan penumpang, dimana kapal-kapal dapat berlabuh dan bersandar atau berputar (Turning Bazin) untuk melakukan kegiatan aktivitas bongkar muat atau penerusan kedaerah lainnya.





BAB II
KLASIFIKASI PELABUHAN

A.          Pengertian
Ditinjau dari segi penggunaan, pelabuhan dapat diklasifikasikan menjadi 7 macam, yaitu :
1.      Pelabuhan barang
2.      Pelabuhan ikan
3.      Pelabuhan minyak
4.      Pelabuhan container/peti kemas
5.      Pelabuhan passenger/penumpang
6.      Pelabuhan campuran
7.      Pelabuhan pangkalan meliter

Ditinjau dari segi kepentingan ekonomi maka pelabuhan dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
  1. Pelabuhan Transit
Adalah suatu pelabuhan dimana hasil-hasil dari suatu daerah lain sehingga disini untuk dikirim lagi kedaerah lain.
  1. Pelabuhan Akumulasi
Adalah suatu pelabuhan dimana hasil-hasil dari daerah sekelilingna ditampung untuk dibersihkan, diolah dan dikirim kedaerah lain.

B.           Deskripsi masing-masing pelabuhan
1.            PELABUHAN IKAN
         Pelabuhan ikan adalah suatu pelabuhan tempat melakukankan aktivitas bongkar muatan dan pelelangan ikan pada pelabuhan ikan. Biasanya dilengkapi dengan berbagai fasilias seperti pabrik es, gudang pengawetan dan tempat penympanan. Konstruksi pelabuhan ini kebanyakan dibuat dari konstruksi beton dengan type jetty, untuk pelabuhan ikan yang besar harus dilengkapi dengan alat-alat berat seperti Crane dan Fork Lift selain perlengkpan khusus tersebut diatas, pelabuhan ini masih perlu dilengkapi dengan beberapa fasilitas umum pendukung lainnya, seperti :
a.       Fasilitas umum meliputi :
-          Tempat air bersih
-          Bangunan tempat panel listrik
-          Kantor
-          Tempat supply bahan bakar


b.      Fasilaias khusus, meliputi :
-          Perkampungan nelayan
-          Pasar pelelangan beserta alat-alat pengawetan (Pabrik es, gudang pendingin, refrigator, dll)
-          Tempat merawat peralatan penangkapan ikan seperti jala dan tempat reparasi perahu
-          Dermaga dengan ukuran yang disesuikan dengan ukuran kapal dan jumlah intensitas kapal yang beroperasi
-          Tempat supplay bahan bakar atau olie dan lain-lain untuk keperluan kapal
-          Jalan dengan ukuran yang disesuaikan dengan kendaraan yang keluar masuk mengangkut ikan dari pelabuhan menuju konsumen. Dan bila diperlukan jalan sampai kedermaga untuk memudahkan pengangkutan
-          Bila diperlukan boleh dilengkapi dengan pemecah gelombang (Break Water)
Pada pelabuhan berikut ini dapat di lihat fasilitas pelabuhan ikan.
 









4
 
 











5
 








6
 
3
 











Keterangan      :
1.      Suplay bahan bakar/air
2.      Pabrik es
3.      Gudang pendingin
4.      Lapangan untuk merawat jalan, dll
5.      Perkampungan nelayan
6.      Pasar pelelangan
7.      Pemecah gelombang
8.      Dermaga
9.      Took sperpart dan alat-alat penangkap ikan






Gambar : Pelabuhan Ikan
Pot : A – A
 


 















Keterangan :
1.      Suplay bahan bakar/air
2.      Pabrik es
3.      Perkampungan penduduk
4.      Lapangan untuk merawat alat-alat penangkapan ikan/jala.

SISTEMATIS ANGKUTAN BARANG
Sitematis angkutan barang yang digunakan pada saat ini terjadi dari pengepakan, unitisasi dan barang curah. Adapun menurut cara penghandalannya dapat di klasifikasikan sebagai berikut:
2.      PELABUHAN BARANG
      Pelabuhan barang adalah suatu pelabuhan yang direncanakan khusus untuk keperluan bongkar muat barang dan di lengkapi dengan gudang penyimpanan barang serta Crane untuk memindahkan barang kekapal. Biasanya tipe ini adalah tipe dermaga Jetty. Konstruksi beton, kayu atau konstruksi baja.
a.       Pelabuhan barang berat
b.      Pelabuhan barang curah




a.1. Pelabuhan Barang Berat
         Pelabuhan barang berat adalah suatu pelabuhan yang direncanakan khusus untuk muatan barang berat, dimana diperlukan fasilitas gudang dan dilengkapi dengan alat Crane. Konstruksi dermaga barang berat dari tipe dermaga jetty yang kekuatannya diperhitungkan untuk muatan barang berat. Konstruksi pelabuhan ini terbuat dari konstruksi beton, kayu atau baja. Fasilitas yang harus ada pada barang berat yaitu :
-    Tempat air bersih
-    Fasilitas listrik
-    Perkantoran
-    Tempat supplay bahan baker
-    Fasilitas khusus, meliputi :
a.      Dermaga
-    Harus cukip lebar untuk bongkar muat barang
-    Harus direncanakan cukup kuat untuk menerima beban barang dari kapal
-    Panjangnya harus cukup untuk keperluan naik turunnya barang dari dank e kapal
b.      Crane
-    Harus cukup besar dan cukup jumlahnya untuk keperluan bongkar muat barang
-    Selain crane tetap (mati) juga diperlukan crane bergerak(Fork lift)
c.       Gudang
-    Harus cukup dekat dengan dermaga dan harus dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran
-    Harus cukup besar sehingga dapat menampung barang-barang yang akan dibongkar hdan dimuat
-    Mudah hubungannya dengan jalan raya
d.      Jalan
-    Harus direncanakan dengan beban yang cukup karena kendaraan yang keluar dari pelabuhan akan membawa barang berat
-    Harus mampu mencapai dermaga agar kendaraan dapat mencapai di atas dermaga
-    Pelabuhan  dekat dengan jalan kereta api, maka pelabuhan hendaknya dihubungkan dengan jalur tersebut.

















 







Jalan
 
Gudang
 
Dermaga
 
                                                                    



 




























































 













                                                                      
 

Gambar : Pelabuhan Barang Berat
 
Gudang
 
Jalan
 
Dermaga
 
                                                                                                                                                                                                        


 

Kapal
 
Mobil Angkutan
 

Crane
 
Pos Jaga
 
Mobil
 

Keluar
 

Gudang
 
                                                                    




 

Kapal
 

Pos Jaga
 

Keluar
 
Gudang
 
Crane
 

                                                                    








 





Kapal
 

Crane
 
Pos Jaga
 

Keluar
 

                                                                    








Gambar : Pelabuhan Barang Berat Tampak Atas
 

Gudang
 





a.2. Pelabuhan barang curah
Pelabuhan barang curah adalah suatu pelabuhan yang dirancang sedemikian rupa yang gunanya untuk keperluan barang curah tersebut, serta dilengkapi dengan alat conveyor untuk memindahkan muatan dari tempat penumpukan untuk  dapat dimuat sampai kekapal tersebut. Tipe dermaga ini biasanya digunakan type jetty, dimana konstruksi ini dapat dibuat dari konstruksi beton, kayu dan baja. Fasilitas yang harus ada pada pelabuhan barang curah antara lain :
                  Fasilitas umum meliputi :
-    Tempat air bersih
-    Fasilitas listrik
-    Perkantoran
-    Tempat supply bahan baker
                                                                                            Fasilitas khusus, meliputi :
a.       Dermaga
-    Tidak perlu lebar sekali
-    Direncanakan sesuai dengan jenis barang yang akan dibongkar dan dimuat

b.      Craine
-    Diperlukan untuk mengangkat barang dan mengatur conveyor
-    Bongkar muat barang dilakukan dengan alat conveyor atau bucket
c.                                                                   Gudang :
-    Harus cukup dekat dengan dermaga
-    Harus dekat dengan dermaga sehingga dapat menampung barang-barang yang akan dibongkar dan dimuat
-    Hubungan dengan jalan raya harus mudah

Pada halaman berikut dapat dilihat salah satu contoh sket pelabuhan curah.


Gambar : Pelabuhan  Curah
Tampak Atas 
 












Text Box: A

Text Box: 2
Text Box: 3
Text Box: A















































Keterangan      :
1.      Gudang Barang
2.      Conveyer
3.      Kapal

3.      PELABUHAN MINYAK
Pelabuhan minyak adalah sutu pelabuhan yang direncanakan khusus untuk muatan bahan cair yang disalurkan melaului pipa-pipa untuk mencapai ke kapal. Tipe dermaga ini biasanya digunakan tipe jetty dan memerlukan moring dholpin serta rumah pompa untuk keperluan pemindahan muatan cair dan dilengkapi dengan instansi perpipaan untuk keperluan tersebut. Konstruksi dermaga/pelabuhan minyak dapat dibuat dari konstruksi beton, kayu atau pipa baja.
Seperti halnya pada pelabuhan ikan, maka fasilitas lain yang ada pada pelabuhan minyak adalah :
a.       Fasilitas umum, meliputi :
-    Tempat air bersih
-    Fasilitas listrik
-    Perkantoran
-    Fasilitas untuk keperluan bahan bakar
b.      Fasilitas bongkar muat, meliputi :
-    Kran
-    Pipa, jumlah pipa tergantung daami jumlah dan jenis minyak akan dibongkar
-    Dermaga biasanya berbentuk jembatan perancah
-    Tangk-tangki penyimpanan minyak
c.       Fasilitas keamanan, meliputi :
-          Alat pencegah menjalarnya atau penyebarannya minyak yang tumpah di laut
-          Pada konstruksi tangki agar dapat melokalisir kebocoran
-          Komplek pelabuhan dilengkapi dengan pipa pemadam kebakaran (Pipa air CO2 dan lain-lain)
-          Terpisah dengan pelabuhan umum











Pada halaman berikutnya dapat dilihat situasi pelabuhan minyak.














Oval: 6













 

Oval: 6                                        7                                                                    5





Pentagon: 1


4
 

 

8
 
2
 
                                                                                                                                                    A
A





















9
 

10
 



 


                                       7








Pentagon: 1
 








Keterangan :
1.      Moning dolphin
2.      Pipa dibawah jetty
3.      Jembatan/dermaga/jetty
4.      Rumah pompa
5.      Pipa-pipa
6.      Tangki penyimpanan
7.      Garis pantai
8.      Ducdalf
9.      Gudang
10.  Kantor
11.  Kapal
12.  Klep pengaman
13.  Parit untuk melokalisir terjadinya kebocoran


4.      PELABUHAN PETI KEMAS (Container)
Pelabuhan container adalah pelabuhan yang dirancang untuk muatan yang berbentuk peti kemas dimana tidak diperlukan fasilitas gudang dan biasanya dilengkapi dengan peralatan craine container dan Gentricrane. Konstruksi dermaga craine container ini biasanya tersebut dari dermaga jetty yang kekuatannya diperhitungkan untuk muatan yang berat. Fasilitas yang harus ada pada pelabuhan jenis ini yaitu :

a.       Fasilitas umum, meliputi :
-    Fasilitas air bersih
-    Fasilitas listrik
-    Fasilitas untuk Perkantoran
-    Fasilitas untuk supply bahan baker
b.      Fasilitas khusus, meliputi :
1.      Alat-alat pangkat yang tergantung pada cara bongkar muatan barang, yaitu :
-    Lo/lo ( Lift of lift of ) system
   Diperlukan craine yang cukup besar dan dengan desain khusus untuk dapat bergerak disepanjang dermaga
-    Ro / ro (Roll on roll on) System
      Diperlukan khusus trailer fork lift dan alat sejenisnya
2.      Lapangan penyimpanan
      Harus direncanakan cukup kuat, untuk mendukung peti kemas yang ditumpuk sampai tiga susun beserta alat pengangkut lainnya
3.      Jalan
Jalan harus direncanakan cukup kuat karena kendaraan yang akan lewat adalah kendraan berat, disamping itu jalan harus dapat mencapai dermaga maupun lapangan penyimpanan.
4.      Dermaga
                              Dermaga harus direncanakan khusus, karena didermaga ini kan beroperasi Craine, Fork Lift, Truk besar juga mungkin kereta api.
Ukuran Peti Kemas :
a.                   8 x 8 x  5 feet, untuk kapasitas 5 ton
b.                  8 x 8 x  7 feet, untuk kapasitas 7 ton
c.                   8 x 8 x  10 feet, untuk kapasitas 10 ton
d.                  8 x 8 x  20 feet, untuk kapasitas 20 ton
e.                   8 x 8 x  30 feet, untuk kapasitas 30 ton
f.                   8 x 8 x  40 feet, untuk kapasitas40 ton
                  Klasifikasi standar dari Shin Bert Container di Jepang
Property
Ukuran
Kedalaman
Panjang
Lebar
Lapangan penyimpanan
Kapasitas Craine
Siklus naik turun barang
Stasiun Kontainer
12 m
250 m
300 m
40000 m
30 Ton
3 Menit
5000 m2

6 komentar:

  1. Boleh Minta file nya ga?
    Saya juga lagi ada tugas pelabuhan nih..
    Mohon bantuannya..

    Email : faza.salvezza@gmail.com

    BalasHapus
  2. Banyak gambar yang tidak terlihat. Bisa di kirim datanya ke tanujaya89@yahoo.co.id

    Terimakasih

    BalasHapus
  3. Terimakasih Artikelnya - Rubber Fender Dermaga

    BalasHapus
  4. minta datanya dong... lagi butuh banget nihh riskyjayanti88@gmail.com

    BalasHapus
  5. minta file nya dong untuk tugas kuliah
    terima kasih
    azhafirah.AZ@gmail.com

    BalasHapus
  6. minta datanya dong gan, kirim ke: susuw.coklat@gmail.com

    BalasHapus